A. KECERDASAN Kecerdasan menurut kesepakatan para ahli mengandung dua aspek:

1. Kapasitas untuk belajar

2. Kemampuan untuk beradaptasi

Beberapa teori yang cukup populer yang membahas kecerdasan antara lain:

1. Kecerdasan umum / general intelligence (G) – Charles Spearman

Manusia mempunyai kemampuan mental umum yang berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan pemecahan masalah, pemikiran abstark, dan keahlian dalam pembelajaran

2. Kecerdasan cair dan kecerdasan Kristal – Raymond Cattel and John Horn

Terdapat dua macam kecerdasan umum menurut teori ini, yaitu:

a. Kecerdasan cair : berbasis pada sifat biologis dan berkembang sesuai dengan pertambahan usia

b. Kecerdasan Kristal : kecerdasan yang diperoleh melalui pembelajaran dan pengalaman hidup, kecerdasan ini akan terus meningkat tanpa batas

3. Kecerdasan yang dapat dimodifikasi – Reuven Feurstein

Keahlian berfikir dan keahlian modifikasi kognitif dapat diajarkan melalui kejadian dan pengalaman yang dialami

4. Kecerdasan proksimal – Loe Vygotsky

Mengukur potensi anak dengan membandingkan kemampuan anak memecehkan suatu permaslahan tertentu sendirian dengan memecahkan suatu masalah yang sama tetapi dengan bantuan orang lain.

5. Kecerdasan yang dapat dipelajari – David Perkins

Kecerdasan dipengaruhi dan dioperasikan oleh beberapa factor, seperti sistem otak, penglaman hidup, dan kapasitas untuk melakukan pengaturan diri.

6. Kecerdasan perilaku – Prof. Arthur Costa

Kecerdasan merupakan kumpulan dari kecendrungan perilaku Menurutnya yang termasuk kecerdasan ialah:

– Keuletan

– Kemampuan mengatur perilaku impulsive,

– Empati,

– Fleksibelitas dalam berfikir,

– Metakognisi,

– Menguji akurasi ketepan,

– Kemampuan bertanya dan mengajukan pertanyaan,

– Menerapkan pengetahuan yang didapatkan sebelumnya,

– Ketepatan penggunaan bahasa dan pikiran,

– Pengumpulan data melalui panca indra,

– Kebijaksanaan,

– Rasa ingin tahu,

– Kemampuan mengalihkan perasaan

7. Kecerdasan tri tunggal – Prof. Robert J. Stenberg

– Kecerdasan kreatif, meliputi kemampuan mengenali dan merumuskan ide yang baik dan solusi untuk masalah dalam berbagai bidang kehidupan.

– Kecerdasan analisis, ialah dapat mengenali dan memecahkan masalah secara sadar, merumuskan strategi, menyusun dan menyampaikan informasi secara akurat, mengalokasikan sumber daya dan memantau hasil yang dicapai.

– Kecerdasan praktis, berhasil mengatasi perubahan dan kumpulan dari pengalaman dalam mengatasi berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari agar dapat bertahan hidup.

8. Kecerdasan moral – Robert Coles

Berbicara tentang lahirnya nilai hidup dalam diri seseorang. Menurutnya anak dapat menjadi lebih cerdas dan mempelajari empati, rasa hormat, dan bagaimana hidup berdasarkan prinsip dan nilai hidup

9. Kecerdasan emosional – Daniel Goleman

Terdapat lima komponen penting yang terdapat dalam kecerdsn emosional ialah kesadaran diri, manajemen emosi, motivasi, empati, dan mengatur hubungan/relasi.

10. Kecerdasan majemuk – Prof. howard Gardner

Menurutnya setiap orang memiliki delapan kecerdasan dengan kadar yang berbeda, yaitu:

– kecerdasan linguistic,

– logika-matematika,

– intrapersonal,

– musical,

– naturalis,

– visual-spasial, dan

– kinestetik.

Contoh:

1. Verbal/Linguistic: Maya Angelou—writer (I Know Why the Caged Bird Sings) Gabriel Garciá Márquez—writer (One Hundred Years of Solitude)

2. Logical/Mathematical: Albert Einstein—scientist, developed the theory of relativity Marie Curie—scientist, discovered radium

3. Visual/Spatial: Pablo Picasso—painter, leader in the development of abstract art Amelia Earhart—aviatrix, first woman to fly across the Atlantic

4. Bodily/Kinesthetic: Jackie Joyner-Kersee—Olympic gold medalist Mikhail Baryshnikov—dancer

5. Musical/Rhythmic: Miles Davis—jazz musician Paul McCartney—pop musician and songwriter, member of the Beatles

6. Interpersonal: Bill Clinton—U.S. president, 1992–2000 Martin Luther King, Jr.—minister, civil rights leader

7. Intrapersonal: Sigmund Freud—physician, founder of psychoanalysis Mohandas Gandhi—spiritual leader of Indian struggle for independence

8. Naturalist: Gregor Mendel—developed the theory of heredity Jane Goodall—anthropologist, conservationist, authority on chimpanzees

Beberapa Faktor yang mempengaruhi perkembangan kecerdasan:

1. Lingkungan

2. Kemauan dan Keputusan

3. Pengalaman Hidup

4. Genetika

5. Gaya Hidup

6. Faktor lain : Sekolah, ASI, dan Nutrisi

B. GAYA BELAJAR

Gaya belajar ialah cara yang lebih kita sukai dalam melakukan kegiatan berfikir, memproses dan mengerti suatu informasi.

Secara garis besar terdapat tujuh macam pendekatan untuk mengenali dan mengkategorikan cara belajar siswa, yaitu pendekatan berdasarkan pada:

1. Pemprosesan informasi – Kagan, Kolb, Honey & Mumford, Gregorc, Butler, McCarthy

2. Kepribadian – Myer-Briggs, Lawrence, Keirsey & bates, Simon & Byram, Singer-Loomis, Grey-Wheelright, Hooland, Geering

3. Modalitas Sensori (ketergantungan terhadap indra tertentu) – Bandler & Grinder, Messick

4. Lingkungan (kondisi fisik, psikologis, social, & instruktusional) – Witkin, Eison, Canfield

5. Interaksi social – Grasha-Reichman, Perry, Mann, Furmann-Jacobs, Merrril

6. Kecerdasan (menentukan bakat yang berbeda) – Gardner, Handy

7. Wilayah Otak (dominasi bagian otak, kiri/kanan) – Sperry, Bogen, Edwards, Hermann

Menurut Rita dan Ken Dunn dari St John’s University, New York, gaya belajar setiap orang merupakan kombinasi dari lima kategori berikut ini:

1. Lingkungan : Suara, cahaya, temperature, desain

2. Emosi : motivasi, Keuletan, Tanggung Jawab, Struktur

3. Sosiologi : Sendiri, berpasngan, kelompok, tim, dewasa, bervariasi

4. Fisik : cara pandang, pemasukan, waktu, mobilitas

5. Psikologis : Global/analitis, otak kiri – kanan, impulsive/reflektif

Dari beragam pendekatan yang ada, yang paling populer ialah:

1. Pendekatan berdasarkan pereverensi sensori, yaitu visual, auditori, dan kinesteik

2. Profil kecerdasan oleh howard gardner, ialah linguistic, logika/matematika, interpersonal, intrapersonal, music, naturalis, spasial, kinestetik

3. Preferensi kognitif oleh Dr. Anthony Gregorc yang membagi kemampuan mental menjadi empat ketegori yaitu konkret-sekuensial, konkret-acak, abstrak-sekuensial, abstrak-acak.

Walaupun ada banyak pendekatan dalam hal gaya belajar, yang paling penting ialah bagaimana pengetahuan gaya belajar ini dapat digunakan untuk membantu memaksimalkan proses pembelajaran.