Angin berhembus menerpa kulit wajahku
Dingin merasuk kedalam tulang menyelimuti tubuhku
awan abu-abu menyelimuti siang menjelang sore
Kilatan cahaya putih silih berganti seakan membelah bumi

Ku tatap pohon-pohon berdansa mengibaskan daunnya dengan keras
Beberapa lembar berguguran melayang jauh tak kuasa melawan angin
Kabut mulai berlari kearahku,
suasana lembabpun mulai terasa
Jutaan tetesan air mulai menderu membasahi setiap yang dilewatinya
Basahlah dunia ini,
atap rumah yang berjejer dan daun yang berdebu mulai bersih
Warna tak lagi pudar, cerahkan penglihatan yang memandangnya
Hijau, coklat, kuning, hitam semua tampak jelas tertangkap mata

Ku hirup udara dalam-dalam…
Biarkan suasana basah dan bau tanah yang selalu merindukan
Menyelimuti jiwaku yang gersang
Menimbulkan perasaan damai dalam hati sekaligus haru

Jika ku tak pernah merasakan sempitnya udara karena debu dan polusi
Aku pasti tak akan bisa mensyukuri suasana setelah hujan yang menakutkan
Itu sebabnya tak ada alasan untuk membenci apalagi merusak
Slalu ada cara memendang untuk bersyukur
Lihat dari sisi yang paling baik
Maka semua akan terlihat sangat baik

Love my life verry much
24042011